Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Januari 2024

Minggu, 27 Agustus 2023

Minggu, 16 Juli 2023

Rabu, 31 Mei 2023

Kamis, 30 Maret 2023

Selasa, 28 Februari 2023

Senin, 30 Januari 2023

Jumat, 30 Desember 2022

Rabu, 30 November 2022

Minggu, 30 Oktober 2022

Jumat, 30 September 2022

Rabu, 31 Agustus 2022

Minggu, 31 Juli 2022

banding!

pada suatu hari kita akan dihadapkan dengan cerita yang berbeda. 

karena pada dasarnya setiap manusia memiliki ceritanya masing-masing.

~

Minggu, 19 Juni 2022

Sabtu, 12 Maret 2022

Perempuan dan Pertanyaan Kapan Nikah

PERTANYAANNYA, mengapa orang Indonesia begitu suka menanyakan, “Kapan nikah?”. Padahal, banyak dari mereka juga tahu bahwa pertanyaan itu sering kali membuat orang yang ditanya merasa kesal. Astrid Wen, psikolog anak dan keluarga, serta theraplay practitioner dari Pion Clinician, berkata kepada Kompas.com saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/10/2018), bahwa ini ada hubungannya dengan budaya kekeluargaan orang Indonesia.
Perempuan dan Pertanyaan Kapan Nikah

Rabu, 05 Agustus 2020

Setengah Tahun Ini (2020)

Welcome, August! 

Agustus kembali menyapa dengan keadaan lumayan baik. Setengah tahun ini rasanya berat, selain karena sedang ada pandemi covid-19, juga sedang menghadapi krisis hidup. Iya, aku fresh graduate sekarang. Bulan Februari lalu menyelesaikan pendadaran dan sampai saat ini belum memiliki pekerjaan. Tidak mengapa, aku menggunakan waktuku untuk kembali belajar banyak hal.

೦೦೦೦೦

Selasa, 30 Juni 2020

(Masih) Tentang Menikah

Halo, teman-teman semuanya! 
Tulisan kali ini saya ingin berbagi dan bercerita, mungkin bisa sambil curhat, hehe. Masih membahas tentang hal yang sama yaitu menikah, mungkin anggap saja sebagai kenang-kenangan kalau suatu saat saya memutuskan untuk menikah atau anggap saja sebagai pandangan saya mengenai pernikahan.


Sabtu, 09 Mei 2020

Tentang Menikah


Halo, selamat berjumpa lagi! 

Kalau biasanya saya membahas tentang ulasan suatu buku, kali ini saya ingin membahas tentang suatu hal yang dekat dengan saya pribadi kemudian saya kaitkan dengan buku yang akhir-akhir ini sedang saya baca.

Jumat, 06 September 2019

Kamis, 18 April 2019

FIRST TIME MENJADI JASTIPER


Halo, selamat sore teman-teman, semuanya! 😉

Long time no see and I miss you so much. Berapa bulan nggak hadir di blog ini? Huh, sudah lama sekali, kan? Sepertinya ada banyak cara untuk tidak membuatku produktif dalam menulis. Salah satunya ketika pikiranku terdistraksi oleh hal-hal diluar perkiraanku. Semacam aku memang sudah harus mengalaminya di usiaku saat ini, tetapi aku masih menyangkalnya. Yups, benar sekali, apalagi kalau bukan aku merasa something happen with my heart. Tapi, itu akan menjadi cerita yang panjang dan tidak bisa aku ceritakan disini.

So, kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku menjadi seorang jastiper. Berbekal kelonggaran waktuku di awal bulan Maret, aku ternyata memantapkan diri untuk membuka jasa titip buku. Oiya, sebelumnya aku sudah bercerita lewat akun instagram milikku. Terbatas? Iya, memang. Karakter tulisannya kan dibatasi. Kalian bisa cek: disini

Waktu itu aku membuka jastip untuk event Ngayogbook yang diselenggarakan oleh Togamas Kotabaru dan Togamas Affandi, lokasinya di Yogyakarta. Eventnya dimulai tanggal 1-3 Maret 2019, hanya tiga hari saja dengan diskon 30%. Aku sudah iklan melalui sosial media yang aku miliki sejak pertengahan Februari, supaya calon penitip bisa siap-siap uangnya, hehe. Lalu, suatu malam, aku di-mention sama akun @bukumojok yang ikut mempromosikan jastipku. Setelah itu, akunku jadi ramai. Hwaaa, thank you Buku Mojok.

Baca juga: Tentang Menjadi Seorang Jastiper

Pengalaman jastip pertama kalinya ini berkesan untukku. Ada suka dan dukanya. Tapi banyak sukanya, wkwk. Senang kalau sudah bisa bermanfaat buat teman-teman diluar Jogja yang nggak bisa datang ke event ini. Terima kasih teman-teman yang sudah percaya bukunya aku belikan. Semoga nggak kapok yaaa. Sempat down karena kecerobohanku dalam menangani komunikasi. Aku tidak mengabari salah satu costumer-ku gara-gara setiap kali mau ngabari aku dikejar koordinasi kegiatan di kampus. Beruntungnya costumer tersebut masih mau memaklumiku. Maaf dan terima kasih. 😊

Nah, aku mau menyampaikan beberapa hal kalau teman-teman mau membuka jastip:
1. Harga jastip terjangkau
Sebelum menetapkan harga jastip, teman-teman harus menyesuaikan dengan barang yang akan dititip. Dalam kasusku, aku membuka jastip untuk buku, aku memberikan harga berkisar 5rb-8rb. Oiya, jangan terlalu murah dan jangan terlalu mahal. Teman-teman harus mempertimbangkan akses ke lokasinya, parkir, tenaga (makan/minum). Jangan lupa setelah jastip masih ada jaskim alias jasa kirim barang ke tempat si customer, hehe.

2. Promosinya gencar
Teman-teman bisa minta tolong sehabat, teman, keluarganya buat mempromosikan jasa titip kita. Salahku kemarin adalah tidak meminta tolong teman-temanku untuk mempromosikan, karena apa? Teman-temanku sedikit sekali yang suka dengan buku. Hanya ada beberapa dan aku malas menghubungi, *maapin aku*, jadilah aku mempromosikan melalui media sosial yang aku miliki. Beruntung waktu itu aku dapat promosi dari Buku Mojok, ya Rabb.. mimpi apa aku 😭 terharu~

4. Update terus!
Berhubung yang biasa nge-jastip orang-orang jauh, penting banget untuk update: barang apa saja yang dijual, berapa harganya + kalau ada diskon, dan tentu saja, kapan ke tempat belinya. Ini menjadi hal penting untuk costumer tetap percaya dengan jasa yang kita tawarkan.

5. Komunikasi itu penting!
Bukan cuma komunikasi sama dia aja yang penting, komunikasi sama costumer juga penting! *lha kok baper 😓*, menjadi seorang jastiper memang harus pantengin hape berlama-lama, apalagi kalau berhadapan dengan costumer yang slow respon, kitanya tetap harus fast respon, kenapa? Karena disini kita menyediakan jasa, dimana mereka inginnya diberikan jasa atau pelayanan yang baik.
Itu sedikit tips buat teman-teman yang pengen buka jasa titip, semoga bermanfaat yaaa! 😉 Anyway, ada yang pengen aku sampaikan ke teman-teman tentang membuka bisnis jasa, jelas beda jauh dengan bisnis produk. Meski harus menyediakan jasa/produk yang baik, tetapi tantangannya lebih berat pada bisnis jasa. Jasa itu berkaitan dengan pelayanan, bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada costumer. Yaps, jasa itu berkaitan dengan pengalaman, yang hanya bisa dirasakan ketika kita menggunakan jasa tersebut.

So, teman-teman juga harus siap mental juga yaaa ketika ada costumer yang ngambek atau komplain ke kita. Sebisa mungkin kita harus sabar menghadapinya, karena yang kita tawarkan adalah jasa. :D

Sudah pernah nge-jastip? Coba cerita di kolom komentar, yuk! 😁