Selasa, 06 Desember 2016

#Day06 : What’s Your Favorite Movie

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Acieee, sudah hari ke-enam 😀 Semangat sampai tanggal 30 Desember yaaa, biar challenge-nya tuntas, hehe. Sekaligus nge-ramein blog dan juga share cerita yang in syaa Allah bermanfaat. Kalau nyatanya nggak bermanfaat? Ya harapanku: semoga bermanfaat. Karena se-absurd apapun cerita itu pasti ada pesan yang bisa diambil. Hehe..

Yuhu guys, hari ini temanya ‘What’s Your Favorite Movie and What’s It’s About’, panjang amat yak temanya? :D Intinya tema hari ini tuh ngomongin film. Uwow~ I’m so excited. Whehe. Nah ada beberapa film yang aku suka, baik film barat maupun film Indonesia sendiri. Aku suka film dengan tema drama, documenter, science fiction, action, komedi, fantasi dan masih banyak lagi.

Image by Google
1) Perahu kertas. Sejauh ini belum ada yang menandingi film ini di hati saya, kecuali dia *ehh :D Iya, film ini bener-bener menyentuh hatiku banget *cieileh*. Film ini bercerita tentang seorang penulis dan pelukis, kisah antara Kugy dan Keenan. Salah satu quote yang aku feel banget adalah "hati itu dipilih bukan memilih. karena hati selalu tahu kemana harus berlabuh." Nyess banget rasanya 😂😢😢 Film ini diadaptasi dari novel karya ibu suri (Dee Lestari), uugghh I’m your fans ibu suri :* Kenapa aku suka film ini? Nanti aku bakal bahas di next post, kasian kalo dibahas sekarang, bisa panjang banget konten ini :D Pokoknya film ini unik dan aku suka banget!

2) 99 Cahaya di Langit Eropa. MasyaAllah, karya yang luar biasa dari Hanum Rais. Aku suka film ini, karena film ini bercerita tentang sejarah Islam di Eropa.
Image by Google
Film ini sekaligus membuka mataku, bahwa kita perlu mempelajari sejarah Islam lebih dalam dan juga bercerita bahwa Islam itu tidak disampaikan dengan kekerasan tapi bisa melalui dakwah, pelajaran ataupun pengetahuan.
Ya Allah, benar-benar harus muhasabah diri, banyak sekali yang belum aku tahu 😢😢 Salah satu kutipan dalam novelnya:

Aku teringat kata sahabat Ali RA: 
"Wahai anakku! Dunia ini bagaikan samudra di mana banyak ciptaan ciptaan Nya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nahkoda perjalananmu; dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan." (Ali bin Abi Thalib RA) 




3) Bulan Terbelah di Langit Amerika. Nah ini kelanjutan dari karyanya Hanum Rais. Pokoknya sukak! Wawasannya benar-benar terbuka. Karena menurutku menceritakan true story yang dikemas dengan drama apik dan menghasilkan tontonan yang nggak ngebosenin ((bahasamu ribet yuk :D)). 
Yang bisa aku simpulkan dari film ini tuh, sikap tabayyun, kok bisa gitu? Iya, soalnya dikisahkan bahwa seorang Muslim yang hidup di Amerika dan harus menghadapi kenyataan bahwa ia dibenci sekelilingnya hanya karena salah persepsi atas jatuhnya menara kembar WTC (World Trade Center) pada 9/11/2001. Dan disitu penulis berusaha mengungkap misteri dan akhirnya ketemu titik terangnya. Nah makanya, kita juga harus punya sikap tabayyun, yang artinya mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Biar kita nggak menyimpulkan sendiri atau mengira-ngira yang ternyata itu semua salah. Nah~




4) Assalamualaikum Beijing. Film tentang perjuangan cinta dan juga film yang meng-explore Islam di Beijing, Cina. Hmm, Ya Allah sungguh drama yang menyentuh. 

Aku sih lebih ambil ke bagian tentang Islam di Cina ya, bagaimana keadaan Muslim disana dan juga film-nya menyuguhkan cerita seorang penulis kolom majalah di Indonesia sekaligus travelling. Haha. Aku sukak! 😍😍 Kalau dari segi drama, iya bagus kok. Perjuangan seorang penulis yang bertemu cintanya di negeri Cina setelah hatinya terpatahkan oleh kenyataan pahit akan masa lalunya. Well, disamping itu juga, pemeran laki-lakinya memutuskan untuk menjadi mualaf, semata-mata bukan karena cinta pada si penulis tetapi karena ia menyadari benar. Hwaaa, so sweet 😂😂

5) Surga Yang Tak Dirindukan. Pasti ketawa dengernya. Iya juga sih :D Soalnya ini film mana cocok buat umur-ku. Haha 😁 Tapi bukan dari itu aku lihatnya, melainkan dari segi pelajarannya dan juga pesan yang disampaikan. Pelajaran apaan? Emangnya sekolah? Bukan, pelajaran dalam rumah tangga. Hehe, ini ceritanya poligami gitu, tetapi pemeran laki-laki tidak memberitahu pemeran perempuan, jadinya perempuan merasa salah paham, sakit hati, sekaligus terbohongi --wadaw, bahasaku kacau-- Ya begitulah, intinya dari film ini aku bisa simpulkan: "jangan membangun dongeng diatas dongeng lain". 😂😂

Nah, udah dulu yaa. Masih banyak film yang aku suka. Ini semua bahasannya yang Indonesia dulu. Yang mancanegara besok yaa, next time. See ya!

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 

Senin, 05 Desember 2016

#Day05 : What Type of Parent Are You?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Hari ke-lima masih semangat? Masih dong. Harus itu. Hehe. Kali ini temanya 'What Type of Parent Are You?'. Kayak apasih besok kalo aku jadi orang tua? Nah disini aku ngejelasin tentang pandanganku besok kalau aku jadi orang tua. Yok yok nyimak~
  1. Sebagai perempuan aku sadar, kalau aku juga harus berpendidikan tinggi. Kenapa? Karena orang tua adalah madrasah pertama bagi anaknya. Kalau kita nggak berpendidikan, nanti anak kita mau di-didik gimana? Nah itu pertanyaan simpel yang menohok.
  2. Aku tidak akan mengekang anak-anakku. Aku biarkan dia berkembang sesuai minat dan bakatnya. Tapi disitu aku juga mengarahkan, supaya nggak salah jalan.
  3. Aku kan tipikal orangnya perhatian nih. Jadi, aku nanti juga kepengen jadi ortu yang perhatiannya bukan kayak satpam. Tapi lebih ke hal-hal yang memahami anak itu.
Yang pasti dari ketiga opsi diatas, aku kepengen jadi ortu yang benar-benar menciptakan generasi penerus yang berkualitas, makanya aku juga harus berkualitas dulu. Caranya gimana? Ya, aku harus banyak belajar, mulai dari belajar agama, belajar ilmu rumah tangga, belajar masak terutama 😄 sekaligus belajar bisnis, karena menurutku perempuan itu nggak seutuhnya berpangku tangan sama suami, dia tetep harus berusaha #cieebijak, dan masih banyak lagi untuk dipelajari.

Image by Google
Eh tetep aja, dari semua pandanganku diatas tetep yang pertama itu ya ketemu jodohnya dulu. Whaha 😂😂 Tenang aja kalo soal jodoh, semua sudah diatur dengan skenario yang indah oleh Allah. Dan sudah dijanjikan dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 26 yang artinya : “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” 
Nah kurang lebihnya seperti itu guys, tidak usah mengkhawatirkan siapa jodohmu nanti, kelak yang bersanding denganmu adalah orang yang tepat dan sepadan untukmu. Hehe :) Kalau masih sekolah, masih kuliah, atau mungkin masih kerja, waktunya dimanfaatkan untuk belajar, karena menikah juga butuh persiapan, pernikahan itu suci dan menyangkut komitmen untuk jangka yang sangat panjang, enggak main-main. Semangat belajar 😊😊

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Minggu, 04 Desember 2016

#Day04 : 20 Random Fact About Me

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hari ke-empat. Yey!! Hari ini temanya '20 Random Fact About Me'. Nah nanti aku bakal sebutin fakta tentang aku. Yang kemarin sih udah yaa.. yang Basic Things About Me, tapi itu cuma beberapa dan disitu aku kenalin positif negatifnya aku, hehe. Nah disini, aku bakal nyebutin biodata, dan yang lainnya mengenai aku. Sekaligus nambahin yang kemarin juga. Okay, simak baik-baik yaa :)

  1. Nama lengkapku Wardhina Ayu Wakhidatun. Mau tahu artinya? Artinya 'Anak perempuan Pak Wardi yang pertama', ha? Kok bisa? Iya dongs, 'Wardi' itu nama bapakku, karena aku perempuan jadinya ditambahi 'na' jadilah: Wardhina. Kemudian, 'Ayu' itu artinya 'anak perempuan', biasanya sih artinya cantik gitu yaa, tapi aku nggak mau, nanti nggak nyambung :D Yang terakhir, 'Wakhidatun' diambil dari bahasa arab 'Wakhidun' artinya 'yang pertama'.
  2. Lahir pada 1998. Waktu itu lagi krismon di Indonesia. Hoho x_x Lahirnya sih cewek yah, enggak cowok, padahal ortu ngarepnya lahir cowok, mana udah disiapin nama lagi, namanya 'Doni', panjangnya nggak tahu :D
  3. Anak pertama dan satu-satunya dari pasangan Wardiyanto dan Sarinem, uluh uluh bapak mamak :*
  4. Pernah kecelakaan yang mengakibatkan kepalanya kebentur dan dianugerahi memori otak error, karena kadang-kadang ingat hal yang seharusnya dilupain tapi ngelupain hal yang seharusnya diingat.
  5. Blue is my favourite colour. Yes, I love blue. But, I love you.. #plakk. Suka banget warna biru, warna lain yang aku suka: putih, hitam, merah, hijau, abu-abu. Aku nggak suka warna cerah dan ngejreng. Nggak enak dipandang :D
  6. Dulu pernah jadi anak pendiam nan kalem, haha.
  7. Pernah jadi anak tomboy, nyenengin ortu lah. Kan ortu ngarepnya anak laki. Wkaka :D
  8. Suka banget jalan kaki sama sepedaan, jalan kakinya waktu SD sampe kelas 4 baru deh naik sepeda. Sekarang masih seneng jalan kok, jalan ke hatimu #bapernyakumat #cumabercanda 😂
  9. Pernah jatuh berkali-kali, sampe lututnya penuh bekas luka. Tuhkan luka dilutut aja berbekas, apalagi luka dihati? Makanya kamu jangan bikin luka hati orang! ---ngingetin diri sendiri---
  10. Cucu tersayang-nya mbah Sarjo Wiyono. Soalnya dari kecil udah jadi anaknya simbah. Hehe. Love you simbah :* Tenang dialam sana yaa :)
  11. Pernah jadi pemain bola, efek main sama kakak sepupu. Haha.
  12. Olahraga yang aku suka: badminton. Tapi seiring berjalannya waktu ((aish mellow banget)), aku lebih suka lari. Lari dari kenyataan😆
  13. Suka banget sama pantai, karna ombak adalah suara alam paling merdu. Dulu pas SD sering ke pantai, pas SMP malah nggak pernah, trus pas SMK kemarin baru ke pantai lagi. Sekarang, aku pengen explore pantai. Ke Gunung Kidul terutama, karena pantai disana bagus banget!!
  14. Pembaca novel fiksi nomor wahid. Sukak banget sama novel fiksi. Pemilihan diksi-nya. Alur ceritanya. Dan pesan yang disampaikan. Whoa! Semoga nggak cuma nikmatin karya orang, tapi juga karyaku dinikmati. Amin :)
  15. Penyuka hujan. Aku dari kecil udah suka hujan. Dan disitu aku bikin perahu kertas. Bedanya dulu cuma mainan, sekarang udah pake hati. Nggak mau main-main--malah bahas apa--. Sekarang ada tulisannya gitu.
  16. Penikmat kopi. Yaya, aku suka kopi. Kadang bisa nemenin kalo begadang, hehe. Tapi aku juga nggak terlalu sering banget minum kopi. Menyadari kalo aku ini cewek dan kafein nggak baik buat tubuh cewek. Hehe.
  17. Iklan rokok boleh jadi menginspirasi, tapi yang ngerokok? Hmm, aku nggak suka orang yang ngerokok. Daripada uangnya buat ngerokok, mending beli kopi, terus kasih ke aku. Haha ((modus terselubung))
  18. Kalau naik motor, suka banget ngebut. Udah kebiasaan dari pertama belajar motor, terus akunya keterusan. Abisnya ngebut juga mempersingkat waktu kok. Kan cepet sampai-nya 😂 Ohya, maybe bakat pembalap yang terpendam :v
  19. Stalker yang handal. Whaha, tenang aja. Aku stalker untuk hal-hal yang bermanfaat kok. Kalo cuma kepo mah ngapain? Nggak manfaat 😐
  20. Pecandu fotografi. Ahaha, seneng banget sama fotografi yang berbau pemandangan, uwawa sukak :D Kalo selfie? Mmm, aku nggak terlalu suka. Tapi kalo diajak selfie ya ngikut, wkwk 😋
Yaps. Udah sampe nomor 20 kan? Berarti udah selesai. Itu yang diatas semuanya berbau kesukaan aku. Hmmm, tapi itu faktanya kok. Kan tantangannya tentang fakta :D See you on the next challenge guys.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Sabtu, 03 Desember 2016

#Day03 : My Earliest Memory

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hujan dan perahu kertas.. sajakmu berhenti sejenak. Keinginan dalam diriku sangat menggebu. Aku harus meraihnya. Bismillah. Bersamamu mari melaju!!

Hari ketiga, wohoho~ Hari ini temanya 'Your Earliest Memory', apaan tuh artinya? Ya, kalian tahu lah. Memori pertama kamu. Tentang apa? Tentang goreng 😁

Hari ini aku bakalan cerita tentang memori-memori pertamaku waktu mengenal dunia luar. Helloww, dulu hal itu langka banget buat aku. Waktu SD, kerjaanku ya cuma belajar dan belajar. Ada sih main, tapi main-nya cuma sesekali. Jadilah aku anak yang pendiam nan kalem. Haha 😄 Semua berubah total, waktu aku kelas 5 SD, karena disitu aku tinggal sama bude + pakde, disana aku baru kenal yang namanya dunia luar. Bude + pakde ku ada dua dan dua-duanya juga punya usaha. Bude + pakde yang pertama punya usaha warung bubur, sedangkan bude + pakde yang kedua punya usaha angkringan. Dan disitulah, ayuk yang tadinya pendiam nan kalem berubah jadi power ranger *ehh maksudnya berubah jadi sedikit terbuka. Disitu juga aku mulai berkembang jadi manusia yang sebenarnya, mulai dari belajar mandiri, rajin bantu-bantu, rajin menabung *duh istri idaman banget* #mintaditabok 😂 Berkat dari usaha itu, jadi lebih mengenal orang luar. Aku benar-benar belajar gimana harus berinteraksi sama orang luar. Itu manfaatnya baru kerasa sekarang, kalo dulu sih belum, ya iyalah.. pembelajaran itu ada diakhir, Ayuk!! Mulai lemot deh 🙈
Image by Google
Memori kedua aku mengenal dunia luar, waktu aku kenal organisasi. Iya, aku kenal organisasi kelas 2 SMK, ada berapa organisasi yang aku ikuti? || Ada 3 organisasi aktif di sekolah || Apa aja? || OSIS, PMR, DA. Mantap kan? Ah itu mah belum seberapa bagi orang yang aktif di organisasi. Kalo bagi aku mah udah seberapa yaa 😛 Aku bisa berpendapat disitu, aku bisa mengeluarkan uneg-uneg ku dari organisasi sebelumnya, dan juga aku bisa berpartisipasi untuk sekolah. Hmmm 😊 Selain aku aktif organisasi, aku juga aktif ikut seminar dan kegiatan lain diluar sekolah. Aku mulai belajar ngajak kenalan, nambah temen, nambah pengalaman. Dan disitu benar-benar mengubahku dari pendiam nan kalem jadi supel nan ceriwis. Wkwk 😆

Memori ketiga, kesimpulan dari dua memori diatas. Ya, dari itu semua cerita singkatku tentang mengenal dunia luar, hehe. Aku sendiri sadar kalau aku muslimah yang supel nan ceriwis, udah nggak bisa balik lagi jadi kalem 😢 Yasudah, aku syukuri aja. Yang penting aku bisa jaga diri. Oke? See you on the next post. Stay tune with me until I fix this challenge.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Jumat, 02 Desember 2016

#Day02 : My View in Religion

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hujan dan perahu kertas, aku akan memenuhi tantangan ini. Satu hari satu tulisan. Bismillah.

Hari kedua guys. Hari ini temanya 'View in Religion'. Yaps, kalau menurut aku pribadi, sebagai makhluk hidup itu harus beragama. Kenapa? Ya karena agama itu petunjuk kehidupan kita. Bayangkan kalo kita nggak beragama, siapa yang bakal kasih petunjuk hidup kita? Kita justru tersesat di dunia yang fana ini.

Untuk agamanya sendiri itu terserah pribadi kalian guys. Aku tidak mengharuskan untuk beragama Islam. Karena aku tahu pembaca blog ini juga bermacam-macam keyakinan. Tapi hanya mengingatkan, bahwasanya Islam itu agama yang diridhoi oleh Allah. Sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya : “Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam.” [Ali Imran:19].

                                

Selain itu, Allah juga menurunkan kitab yang berisi petunjuk dan pedoman hidup kepada umatnya yaitu dalam Kitab Al-Qur'an. Al-Qur'an ini diturunkan Allah dan merupakan kitab penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Karena didalamnya terdapat aturan hidup yang lengkap, yang jika dipatuhi oleh umat-Nya, in syaa Allah akan menyelamatkan umat-Nya.

Well, sebagai seorang muslimah. Aku juga bisa berbuat salah. Kembali lagi pada: aku manusia biasa, yang tidak luput dari dosa. Tsaaah~ Jadi, kalo aku buat salah. Yang disalahin ya: AKU, jangan jilbabku, jangan agamaku. Karena jilbab itu sudah wajib, hanya akhlak manusianya saja yang nyeleweng. Ngga ikut aturan. Ya, tidak bisa dipungkiri; manusia terkadang rumit sendiri. Aku sendiri lewat blog ini berharap semoga menjadi media dakwah. Sekaligus men-share ilmuku yang belum apa-apanya ini. Dan juga curhat terselubung. Hehe 😂

So, itu tadi pandanganku terhadap agama. Sekali lagi ya guys, yang namanya agama itu keyakinan dalam hati. Coba lihat yang ada dalam dirimu, kamu diciptakan oleh siapa, alam ini diciptakan oleh siapa, apakah manusia? Bukan! Tentu Allah yang sudah menciptakan semuanya. Hanya saja manusia terkadang menutup mata dan menutup hati untuk mengakui kebenarannya. Yah, manusiaa~

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Kamis, 01 Desember 2016

#Day01 : Basic Things About Me

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat malam selamat hujan-hujan. Akhir-akhir ini aku sering hujan-hujan. Tenang saja. Aku tidak akan sakit. Hujan temanku. Hujan mendamaikan hatiku. Tssah~
Selamat datang di challenge pertama!! So, here we go... kali ini temanya 'Basic Things About Me'. Jadi, disini aku bakal membahas seperti apa sih diri aku. Mungkin kalian mengira, kalau aku itu orangnya baperan *plak* dan itu bisa dilihat dari postingan aku ditahun 2016 ini. *cieileh*
Ya, begitulah Dy. Tiap kali aku galau. Ada saja rangkai kata yang terbentuk. Disitu aku menumpahkan kegalauanku dalam keindahan kata ((halah)). Enggak tau kenapa ya. Galaunya bisa jadi berjuta-juta kata. Haha. Tapi aku bersyukur kok, setidaknya uneg-uneg ku bisa menghasilkan sebuah karya. Ini efek dari baca novel, jadinya overdosis. Haha.
Back to the topic, seperti apa sih aku? Ini edisi sekaligus untuk koreksi diri sendiri. Plus, kalau yang temenan sama aku biar bisa menyesuaikan. #eeeaakk
1. Pertama, aku itu orangnya supel. And I'm very welcome with others. Mudah dapet temen tapi nggak mudah membangun pembicaraan. Ya gitu,  mungkin bagi orang yang nggak sesama supel bakal ngerasa terganggu dunianya. Hahaha. Soalnya aku bakal tanya-tanya terus. Tapi sekiranya dia nggak pengen diajak ngobrol, aku bakal otomatis diem. Seneng punya kenalan baru, udah nambah temen, nambah juga pengalaman. Wohoho!!
2. Perhatian!! Aku orangnya perhatian sama sekelilingku. Misalnya ada yang nggak berangkat di kelas, aku pasti nanyain kenapa+ada apa. Kalo ada yang sakit, aku juga nanyain. Termasuk kalo raut muka temen udah berubah, aku selalu tahu. Kadang terus kepikiran *saking perhatian e* Kadang ada juga yang risih diperhatiin, tapi ya gimana lagi? Udah bawaan nih. Hehe
3. Baperan. Itu bener aku akui, kalau manusia nggak baperan lha terus gimana? Bukannya itu yang membedakan manusia dengan hewan? *kemudian hening* Baperku bukan tentang cowok kok. Kalau tentang itu aku udah punya jurus buat ngatasinnya. Baperku itu kalau sekelilingku nggak kondusif. Nggak menciptakan semangat hidup. Disitu semangatku turun dan aku bisa mengingat zaman perjuanganku dulu. Semacam anu, nnngg.. Flashback -_- Dan baperku kadang bikin orang lain terganggu. Ya Allah yuk!! Istigfar.
4. Memori otak eror!! Mungkin dulu kebentur pas ketabrak itu. Kalo ngehafal pelajaran sih agak susah. Tapi ngehafal kejadian itu gampang banget. Misalnya, hari ini bercanda sama temen. Eh besoknya masih ingat aja itu bercandaan. Nggak tau ni memori otaknya gimana. Apalagi ngehafal orang, kalo udah ada daftarnya gitu.. kelar deh. Aku hafal. Pengalaman waktu jadi Dewan Ambalan dulu, kebetulan aku jadi mbak DA sibuk ngurusi absen, disitu aku hafal mana yang nggak berangkat, mana yang berangkat, mana yang nakal, mana yang nurut, wah macem-macem pokoknya dan aku bisa hafal. *nah lo gimana tuh*
Sekian.. Lama aku menunggu *malah nyanyi*. Sekian yaa guys, itu dasar-dasar kalo kenal aku. Haha. Dua nomor kelebihan aku. Dua nomor kekurangan aku. Lengkap kan? Stay tune di challenge berikutnya. Keep writing!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 27 November 2016

Bangkit

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam perahu kertasku. Hujan lebat datang hari ini? Tetap melajulah! Bawa semua hal baik yang menjadi mimpiku. Bawa juga semua hal buruk, lepaskanlah ia di tengah samudra. Bawa hal itu pergi!

Malam, Guys. Nah disini aku lagi termotivasi banget nih sama satu lagu. Dan ini tuh bener-bener mewakili apa yang aku rasain saat ini. Hadeh-__- Aku juga heran mengapa bisa begitu. Well, singkat cerita saja, kemarin hari Sabtu dan Minggu tanggal 19 dan 20 November, ada seorang temen yang ngebuka mata aku. Ngerubah pemikiranku yang dangkal ini. Yaya, aku sangat berterima kasih sekali padanya. Kita sempet debat gitu. Aku juga sampai nangis-nangis sendirian, karena disitu aku flashback banget dan aku ngrasa kalau dia tuh nggak ngerti apa yang aku rasain. Tapi, dengan argumen dia yang beda banget. Dengan cara dia yang intinya "yang udah tuh ya udah!!", dia ngajarin aku jadi dewasa, nggak usah ngungkit yang udah lalu, dan udah saatnya aku buat ikhlas. Setelah debat panjang lebar, aku nangis-nangis, disitu benar-benar mataku kebuka. Hwaaa. Makasih banyak. Kamu beda!
Image by Google
So, this is the lyrics of the song:
Pagi memanggil kota yang lelap ini
Dia bertanya bagaimana hari mu
Apa kabar mimpi-mimpi mu
Apa kau tinggal begitu saja
Apa kabar angan-angan mu
Hari ini
Jakarta ramai
Hati ku sepi
Jangan kau tanya
Mengapa sedih
Ku tak tahu ku tak tahu
Apa arti resah ini
Entah apa yang ku mau
Penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai
Senja menyambut kota yang lelah ini
Dan dia bertanya bagaimana hari mu
Apa kata hati kecilmu
Mengapa tak kau ikuti saja
Apa isi dari benak mu
Hari ini
Jakarta ramai
Hatiku sepi
Jangan kau tanya
Mengapa sedih
Aku tak tahu aku tak tahu
Apa arti resah ini
Entah apa yang ku mau
Penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai
(Jakarta ramai hati kusepi)
Langitnya abu hati ku biru
Banyak hal baru tapi ku lesu
Jelaskanlah jelaskanlah
Apa arti resah ini
Entah apa yang ku mau
Penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai
Jakarta ramai

Yes, lagunya dari Maudy Ayunda ((aku ngefans banget)) yang judulnya Jakarta Ramai. Lagu ini tuh sekaligus motivasi buat bangkit. Yang intinya, menanyakan kabar angan-angan dan cita-cita kamu. Yaps, pertanyaan-pertanyaan itu makin hari makin menghantui. *cieileh* Aku punya mimpi, lalu kemana mimpi-mimpiku selama ini? Pertanyaan yang sulit aku pecahkan. *alaybgt* Sekarang aku benar-benar sadar. Udah saatnya bangkit! Enggak terus-terusan terpuruk. Bukankah Allah sudah memperingatkan kita dalam QS. Ar-Ra'd ayat 11? Yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

Well, itu yang perlu aku renungkan. Pokoknya yang debat kurang lebih seminggu yang lalu ((lihat chat)), aku terima kasih banget. Argumennya nyemangatin hidup saya buat bangkit. Hoho. Dan ini aku yang sekarang. Aku yang ceria. Aku yang semangat. Aku yang suka senyum. Aku yang punya mimpi. Dan aku yang kembali bangkit.

**Catatan menjelang pagi sudah ditulis beberapa hari yang lalu, baru diposting hari ini.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 22 November 2016

R A S A

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi hujan. Hari ini kau turun dengan lebatnya. Aku takut.
Terima kasih untuk malam ini. Kamu berhasil membuatku flashback, Veri. Hmm :(

Dy, kali ini aku bakal menuntaskan ceritaku. Ya, benar sekali. Ini tentang: R A S A dan itu terhadap lawan jenis. Kita semua tidak memungkiri hal itu. Sederhananya kita bisa lihat bagaimana rasa terhadap lawan jenis itu, lihat saja orang tua kita. Sebelum ada kita, pasti mereka pun punya rasa, yang kemudian memutuskan untuk meresmikan dalam sebuah ikatan suci. Ya, semuanya sudah ditakdirkan oleh Dia, yang membuat skenario hidup kita.

Memang sudah fitrahnya manusia untuk mempunyai rasa terhadap lawan jenis. Tinggal bagaimana mengelolanya. Ya, itu kunci dari semua godaan tersebut. So, ini kisahku yang mengenal itu semua. ((Flashback ini menyiksaku!! Tapi sekaligus jadi renungan dan pelajaran))

Pertama, aku dulu kenal cowok waktu SMP. Banyak banget aku kenal cowok disitu. Terhitung ada 6 cowok yang pernah deket. Ahaha! Jangan kira semuanya ada yang nyangkut. Jadi: cowok pertama, kirimi surat terus menghindar :D Cowok kedua, surat menjadi saksi kisah kami yang berakhir pilu :p Cowok ketiga, sama-sama suka, tapi aku bilang 'temenan aja' :v Cowok keempat, PDKT sama gue, jadiannya sama dia, situ waras? -__- Cowok kelima, saling suka, tapi berakhir jadi 'best friend' sampai sekarang kalau ketemu masih nyapa XD Cowok keenam, galau diputusin pacar sama aku, curhat masalah rumah ke aku, minta pendapat dan solusi ke aku, nembak aku juga, waktu aku bilang 'enggak', dua hari kemudian sudah pindah ke lain hati, kamu sakit? :O Aku sih nggak sakit hati, cuma ya kadang kalo dah ditembak gitu pasti cewek bakalan ngira untuk diperjuangkan. Eh ini? Cepet banget dapet gantinya. Yasudahlah. Dari sini juga aku bisa ambil kesimpulan bahwa "dia yang mencintaimu akan berusaha memperjuangkanmu, meluluhkan hatimu, dan sekiranya kamu tidak lagi bisa diperjuangkan, dia akan mundur perlahan, dan dia akan belajar dari pengalamannya".

Kedua, masa-masa SMK. Dulu pernah kepikiran, kalau SMP aja kisah cintanya gagal semua, berarti di SMK harus berhasil! Mengingat SMK-ku kebanyakan anak cowok XD Ada 2 cowok yang masih membekas dipikiran. Yang pertama, anaknya rajin banget, pinter, juara 1 dikelas, pendiem, tapi kesukannya dibidang musik siapa yang nyangka? :D Dia juga yang jadi motivasiku, terhitung sejak aku mengagumi dia, ketidaksengajaanku diceritain temen yang pernah ngobrol sama bapaknya, dan aku baca blognya. Itu sudah entah bagaimana. Yang jelas, dari cerita itu sampai diblog-nya. Aku kagum. He is like my motivator. Seandainya aja aku sepintar dia. ((sudahlah yuk, semua orang sudah didesain dengan kemampuannya masing-masing, kamu hanya perlu bersyukur)).

Dan cowok yang kedua ini, apa banget-__- Hampir 3 tahun saya punya rasa sama dia. Pengen banget aku jedotin kepala ke tembok biar bisa sadar sama semuanya. Nggak tahu ya waktu itu, kenapa bisa sama satu orang itu? Dan kisahnya juga tragis. Aku suka dia. Dia suka dia. Dia dan dia suka-sukaan. Oke, mari angkut hatimu yuk! Sudah. Berkali-kali sudah aku coba. Tapi hasilnya? Nihil. Aku udah berusaha, aku harus gimana? (kalo keinget rasanya bikin gemes, pengen aku cakar2 deh). Kita satu sekolah, satu kelas, satu organisasi. Dimana celah aku menghindar dari dia? Hrrhh-___- Nggak cuma menghindarkan rasa itu juga, aku juga berusaha ngajak temenan. Hasilnya? Aku nyapa aja nggak dibales. Aku ajak ngomong balasannya cuek. Ku pikir: sudahlah. Itu pembodohan. Buat apa memperjuangkan sesuatu yang sia-sia.

Dari kisah ini, aku bisa menyimpulkan bahwa "Setiap orang bebas jatuh cinta. Bebas merasakannya. Bukankah cinta itu tak harus memiliki?".

Ketiga, masa kuliah. Ya itu yang sekarang ku jalani. Dengan siapakah rasaku tertambat? Aku nggak tahu. Aku juga nggak mau mikir itu dulu, ya meskipun kadang-kadang masih ada satu dua yang nemplok sih *piss*. Yang jelas.. Dari pengalaman sebelum-sebelumnya. Aku nggak mau terjebak dengan urusan RASA yang bikin rumit sendiri. Kan biasanya orang yang lagi kasmaran suka cari perhatian sana sini lah, sibuk PDKT, sibuk mempercantik diri, dan sibuk-sibuk dengan urusan yang bahkan pada akhirnya akan indah atau tidak. Aku cuma inget celetukan Umi yang satu ini: "yang nikah aja bisa cerai, apalagi yang pacaran?".

Jadi, masalah perasaan sudah aku bahas tuntas. Kalau ada tambahan ya nyelip di postingan berikutnya :D FYI, aku juga cewek normal yang punya rasa suka terhadap lawan jenis. Tapi untuk saat ini, aku menutup itu semua. Kalau yang mereka tawarkan cuma hal semu. Buat apa? -_-

-catatan tengah malam menjelang pagi-

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.