Rabu, 10 Februari 2016

Berbincang-bincang

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam, hujan. Selamat menikmati bagi para penikmat hujan. Semoga kedamaian air mendamaikan suasana hati. Dibawah rintik hujan yang turun. Ditengah dingin yang menusuk tulang. Bersama sebuah kertas berbentuk perahu. Mengalirlah. Segala harapan dan mimpi yang tertulis. Tujulah setiap penjuru. Temukan sesuatu.

Sesuatu hal yang tidak pernah disangka. Tidak juga akan diharapkan. Hanya saja begitu saja terjadi. Mengalir tanpa henti. Dapat berbincang? Hal yang semestinya tidak akan terjadi jika tidak terpaksa. Hhh, ini suatu kebetulan saja.

Sejak kemarin rasanya 'keterpaksaan' itu sudah terjadi. Terpaksa berbincang denganmu adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari. Ini masalah penting. Memilih untuk menanggapi? Ya begitulah kiranya, seperlunya saja. Yak! Tul! Ner!

Hari ini? Jangan ditanya, duduk berdekatan saja dengan sangat terpaksa. Rasa itu berbanding terbalik. Yaps! Bener banget. Karena segalanya telah berubah. Tidak akan kembali lagi. Berbincang-bincang itu hanya akan menjadi suatu hal yang terlupakan seiring bergantinya hari. Akan menjadi biasa ketika saling menjauh. Sibuk dengan urusan masing-masing. Haha.

Berbincang-bincang tidak juga denganmu, kali ini dengan satu orang lagi. Definisi orang itu? Tidak perlu berbelit-belit. Sejak kehadirannya, ada suka ada duka. Hhh, just forget it! Malam ini berbeda, orang itu mengajak memulai berbincang. Menjawabnya? Dengan malas. Dosa-kah? Iya. Mendiamkannya adalah kesalahan. Ya, aku tahu itu. Tetapi kata hati tidak begitu saja bisa dirubah. Dan itulah kata hatiku. Diam

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar