Senin, 21 November 2016

#30DaysWritingChallenge

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hay, Dy. Selamat malam. Perahu kertasku sudah sampai dimana? Hmm.
Judul boleh Bahasa Inggris kan ya? Tapi kontennya bahasa Indonesia. Haha. You know lah.. my English is very bad. Oke, kali ini aku bakalan menjawab tantangan 30 Day Writing Challenge. Ini berawal dari aku browsing di internet, gimana caranya aktif nulis di blog. Well, aku merasa tertantang.

Sebelumnya, udah duluan si Umi kok. Tapi waktu itu aku belum tertarik dan aku masih mempertahankan postingan-postingan galauku di tahun 2016 ini. Ya, aku akui. Blog ini udah lama banget. Dulu isinya kayak semacam curhat yang jadi rangkaian kata. Terus akhir tahun 2015, aktif lagi dan berevolusi jadi blog yang bercerita tentang pengalamanku. Sampai awal tahun 2016, kembali lagi seperti blog yang awal dibuat. Dan di tahun 2016 juga, aku vakum ngeblog karena sibuk kerja. *cieileh*

Dan tadaa... Aku mulai aktif lagi dan masih meneruskan mode curhat jadi rangkaian kata. But, dari challenge kali ini. Aku kepikiran untuk ubah format. Nanti bakal ada format curhat yang jadi rangkaian kata juga dan ada kalanya aku posting dengan format berceloteh tentang pengalamanku. It's will be a nice blog. Menggabungkan dua format :))

Itu sekilas pandangan ke depanku untuk kemajuan blog ini. Nah, sekarang aku mau menjawab tantangan aktif menulis di blog. Ya, dari tantangan ini juga bertujuan baik untuk kemajuan blogku. Mengingat susah sekali untuk membangkitkan mood buat bisa posting per harinya. Udah gitu, kadang aku juga merasa kehilangan topik untuk bisa dipost. Well, aku sih masih mengandalkan format rangkaian kata-kata alias curahan hatiku. *plak*
-Galau kok terus-terusan yuk! Bisa nggak sih sehari aja nggak baper? *haha*-

Buat ngejawab tantangan #30DayWritingChallenge ini bakal aku mulai tanggal 1 Desember 2016. So, here we go. Ini jadwalnya #30DayWritingChallenge :

  1. Write basic things about yourself
  2. Write your view in religion
  3. Your earliest memory
  4. Write 20 random fact about yourself
  5. What type of parent are you?
  6. What’s your favorite movie and what’s it’s about
  7. 10 things you likes and dislikes
  8. Your day in great detail
  9. The meaning behind your blog name.
  10. Five place that you want to visit.
  11. What band or musician is most important to you.
  12. Do you read? What your favorite book,why?
  13. If you could only liveoff one food and one beverage for the rest ofyour day, what would they be?
  14. What’s is your favorite quote?
  15. If the world were to end tomorrow what would you with remaining tme on earth?
  16. Name the tv show you become addicted to
  17. A list all the place you’ve lived at.
  18. Describe what you wore to day
  19. Letter to someone,anyone.
  20. What are some little things that make you feel warm and fuzzy?
  21. Who was the worst teacher you ever had? Tell me why
  22. Anything you want to post about
  23. What your favorite food? Describe it
  24. Describe your relationship with your parent
  25. Something you always this “what if…” about anything
  26. Something story make you laugh
  27. Something that currently worrying about
  28. If you could change 3things sbout yourself,what would they be?
  29. Concert you have attended.
  30. Tell me 3 things you remember about kindergarten
Stay tune ya, di postingan berikutnya. Jangan lupa share! ((loh emang blogku udah bermanfaat? || *kemudian hening*)) Ah iya, I'm sorry I'm lossing the address of that challenge. Sorry 😢😢😢

Wish: Bismillah, semoga blognya bermanfaat dan menginspirasi. Dan semoga blognya bisa aktif terus. Amin :))

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Jumat, 21 Oktober 2016

Prasangka

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam hujan, selamat menikmati keheningan malam ini.
Yang jauh disana apa kabar?
Mungkinkah kau merasa aku menjauhimu?
Ya sudahlah. Ku terima anggapanmu itu.

Hujan.. Mengapa kau tak datang malam ini?
Padahal aku ingin menghanyutkan perahu kertasku.
Jangan datang akhir pekan nanti yaa, ada makrab!

Perahu kertas, aku rasa ada seseorang yang jauh disana sedang berprasangka.
Aku harus bagaimana?
Dia tidak tahu keadaanku saat ini.
Aku pun hanya sebatas tahu kegiatannya di media sosial.
Hhh.. Prasangka ini sungguh sangat menyiksa.
Mengapa tidak mencoba mencairkan?
Mengapa jarak terus saja menjadi halangan?
Mungkin ini salahku yang terlalu sibuk dengan kegiatanku,
mungkin ini salahnya tak mengetahui keadaanku,
mungkin ini salah kita berdua.
Mungkin ini takdir.
Hah!
Aku mulai membenci kemungkinan dan ketidakmungkinan ini.

Catatan: semoga prasangka ini cepat berlalu seperti angin yang berhembus.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 27 September 2016

Jarak

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam hujan, sampai dimanakah perahu kertasku melaju? Sedikit demi sedikit harapan yang aku sampaikan dengan Dia sudah terlaksana, hanya ada beberapa rintangan yang menghalangi. Yah, barangkali itu sudah jalannya.

Semalam.. ya semalam. Kecanggungan itu terasa. Denyutnya satu-satu menyelinap. Diam dan mematikan. Mungkinkah sudah begini jalan ketetapan dari-Nya? Ataukah ini karena ulah makhluk itu sendiri. Terkadang sekat-sekat perbedaan itu tipis. Tetapi kembali pada mengingat tentang Dia. Kita itu milik Dia. Kita kembali pada Dia. Kita ada karena Dia. Dan segala yang terjadi saat ini adalah dari Dia. Bisa jadi kita merencanakan sesuatu dengan matang, tetapi jika Dia tidak berkata demikian. Keep positive thinking! Selalu ada jalan.

Malam itu.. malam yang teramat menyakitkan. Aku mungkin terlampau berperasaan. Atau hanya aku saja yang terlalu merasa demikian. Hah, opsi manakah yang sebetulnya benar untuk menyatakan semua itu?

Pada saatnya aku mencoba untuk mencairkan suasana. Pada saat itu juga harapanku pupus. Rasanya seperti tersingkir, terbuang jauh pada jurang yang membuatku tak dapat berkutik. Kata apa yang harus aku rangkai untuk mencairkan jarak ini?

Jarak dekat, tetapi rasa jauh. Tidak terpaut dengan hati. Raganya berada disini, namun pikirannya entah sampai dimana. Jarak itu terlalu keras untuk dipatahkan. Jarak itu terlalu beku untuk dicairkan. Jarak itu terlalu jauh untuk didekatkan.

Perahu kertas, semoga jarak itu mudah untuk ditaklukkan.
Karena hanya bersama-Mu, segala terasa lebih indah.
Sulit dan mudah.
I believe on You.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Sabtu, 10 September 2016

OSPEK!

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat senja. Selamat menikmati indahnya matahari yang akan tenggelam. Hujan, satu titik airmu datang dihari-hari ini. Walau tak banyak. Perahu kertas, sudah sampai mana kamu berjalan?

Alhamdulillah, ospek alias PDT (Personal Develpment Training) sudah berakhir. Rasanya: lega. Kenapa? Karena dari hari pertama ada saja hal yang kurang pas, kurang sreg. Mulai dari keterlambatan jadwal, sampai pindah ruang yang bikin riweh. Pengaturan duduk, pengaturan kelompok, pengaturan orang-orangnya. Yuhu, disini panita kurang tangkas dalam memanajemen tempat duduk. Jadi seperti kurang gesit. But, kalau aku yang jadi panitia, mungkin juga akan merasakan hal yang sama. Ya, begitulah kita: ada masa kita merasakan dan masa kita dirasakan. Ada lagi acara snack sesion. Ini acara bener-bener pembodohan banget! Oke, menurutku masih nggak apa-apa waktu makan arem-arem. Tapi pas makan chitato. Busyet dah.. kenapa harus suap-suapan segala? Hadeh. Makan tinggal makan aja kenapa harus dibikin repot. Itu yang paling saya kecewakan dari PDT tahun ini. Setidaknya: hargailah waktu untuk makan!!

Hari kedua? Alhamdulillah, hari ini tepat waktu. Aku yang nggak tepat waktu -_- Kali ini sudah bagus kinerja panitia-nya. Hanya saja pemateri bikin bosen di ruangan. Bawaannya N G A N T U K. Di hari kedua tidak ada snack sesion sambil bermain seperti hari pertama. Tapi, waktu makan dibatasi. Nah lo! Hargai mengunyah makanan kakak, minimal 15menit lah.. masak cuma 10menit? Hah -_-

Hari ketiga. Alhamdulillah, tepat waktu lagi. Hari-nya olahraga nih. Tapi aku agak sedikit kurang sreg sama inspektur olahraganya. Tahun depan jangan yang begitu dong kak. Hargai mata laki-laki. Hmmm -_- Hari itu juga ada pelatihan go green dari mapala kampus sekaligus pengenalan UKM di kampus. Dapet pengalaman pas pelatihan go green dan juga dapat inspirasi buat menyalurkan bakat, ya di HMJM (Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen) widih... kalau MABA sudah boleh ikut, aku pengen berkecimpung disitu. Selepas itu, kita ada acara pensi. Yah, pensi garing dari kelompok 9 di urutan yang pertama. Haduh -_- Ya sudahlah, setidaknya memenuhi tugas saja xD Hari ini juga penutupan ospek dan kita sudah jadi M A H A S I S W A, kalau cewek ya M A H A S I S W I, hehe :D Selamat yaaa. Ini foto kita:
Selamat jadi mahasiswa dan mahasiswi, semoga dapat bermanfaat yaa :)
Will miss you, kelompok 9.
-Rifa, Ama, Ola, Ayu, Kak Zidna (Kakak Tingkat), Herlina, Yusril, Andika-

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 06 September 2016

Dunia Baru

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam hujan dan perahu kertas. Pada akhirnya hujan membawa perahu kertasku untuk mewujudkan segala anganku. Welcome dunia baru.

Empat bulan bukan waktu yang singkat. Terlebih selama itu ada duka yang aku simpan diam-diam. Ya, sewaktu pengumuman SNMPTN dan aku dinyatakan belum dapat diterima melalui jalan tersebut. Kecewa rasanya. Putus harapan. Tetapi wajah tak sanggup menampakkan kesedihan itu terlalu lama. Dan aku memutuskan untuk menghibur diriku sendiri: jalani saja. Salah satu hal yang sederhana yang mampu aku lakukan.

Empat bulan aku isi waktuku dengan bekerja. Dengan pekerjaan yang cukup menyita waktu. Sehingga mampu melupakan sakit yang aku sembunyikan diam-diam. Ya, semacam kecewa. Harapku: setelah lulus adalah kuliah. Ternyata kenyataan tak berpihak padaku. Ini rencana dari Dia.

Singkat kata, malam itu malam yang entah bagaimana. Dering SMS itu panjang dan lebar.  Memberitahukan bahwa ada beasiswa untuk kuliah di STIE Widya Wiwaha. Inilah jawaban dari Dia. Ya, ini jawaban dari Dia. Gumamku dalam hati. Dengan perasaan senang, aku mengurus semua berkas-berkas yang dibutuhkan. Tanpa pikir panjang. Tanpa menunda-nunda. Mungkin saja ini jalan yang Allah berikan untukku, batinku berujar.

Tiga hari kemudian. Setelah berkas itu lengkap. Setelah aku mendapat izin dari orang tua. Setelah aku kembali merenungi apa yang aku tempuh dari rencana-Nya. Ya, salah satunya ini menyimpang dari sekolahku sebelumnya. Disini aku belajar tentang ilmu ekonomi, bukan ilmu komputer. Padahal di SMK aku belajar ilmu komputer. Sudah. Sudah. Cukup! Boleh jadi pelajaran itu menyimpang. Tetapi jika ini bagian dari rencana dari-Nya apa boleh buat? Manusia itu ditugaskan untuk menjalankan perintah dari Dia.

Bismillah. Welcome dunia baru: STIE Widya Wiwaha.
More info: http://www.stie-ww.ac.id/

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 04 September 2016

Pergi

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat siang hujan, hari ini kau tidak datang. Yah, barangkali hujan dalam anganku yang begitu deras.

Hari ini terlepas sudah segala ikatan. Terutama dalam ikatan kerja. Dua bulan lalu aku sudah merencanakan untuk resign. Alhamdulillah, bulan ini aku sudah benar-benar resign. Bebas.

Ya, inilah pilihan hidup. Tidak ada manusia yang bertahan disatu tempat. Termasuk bertahan di tempat kerja. Tidak ada karyawan yang bertahan pada satu pekerjaan. Pasti mereka ingin mencari pekerjaan lain. Sama seperti diri ini, yang menginginkan untuk mencari pengalaman hidup. Bahkan bukan untuk sekadar mencari pengalaman hidup, tetapi juga belajar untuk bisa mendalami pekerjaan yang dilakukan.

Pergi. Bukan suatu hal yang mudah. Meninggalkan cerita yang selama ini terajut. Meninggalkan rutinitas yang selama ini dilakukan. Meninggalkan teman yang pernah berjuang bersama. Hah! Semuanya terasa berat tatkala air mata itu menetes. Yah, mungkin saja ini memang sudah jalan dari-Nya. Bismillah. InsyaAllah.

Terima kasih untuk perjuangannya selama ini. Aku pamit. Bismillah, ini jalanku. Semoga jalan kalian juga dapat segera terwujud. Big love ya!

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kamis, 25 Agustus 2016

Trauma!

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Selamat siang menjelang sore hujan. Sore ini kau kembali menyambangi duniaku. Jangan cepat berlalu yaa. Hadirmu mengingatkanku akan sesuatu.

Sama seperti sore ini. Hujan begitu manja dan malu-malu untuk menampakkan diri. Padahal lama sekali dia tidak muncul.  Hhh~ Ini semacam rindu.

Hujan.. bawa perahu kertasku ini melaju. Bawalah pergi hal itu jauh-jauh. Jangan datangkan ia kembali. Jangan pernah ia muncul kembali.

Manusia itu punya kenangan. Manusia itu punya jalan hidup masing-masing. Manusia itu punya cerita  hidup sendiri.

Ya, siang itu tidak ada angin. Tidak ada hujan. Hanya sedikit sendu saja. Langit tampak tak bersahabat hari itu. Aku bergegas menaiki sepeda motorku. Niat hati untuk membeli bensin di SPBU. Aku melintasi jalan raya dengan sedikit tidak punya aturan. Ya, ku pikir jarak tempatku saat ini dengan SPBU itu dekat. Itu saja. Singkat. Di tengah perjalanan, aku menemukan suatu keganjilan. Hah! Sesuatu yang selama ini selalu ku hindari. Sesuatu yang selama ini aku selalu menjauhkannya. Menguburnya dalam-dalam. Tiba-tiba saja dia melintas begitu saja. Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tidak ada sepatah harapan untuk dapat melihatnya melintas. Hah! Aku membuang muka begitu saja. Aku fokuskan pada tujuanku.

Dalam hati dan pikiran, aku masih terngiang akan hal itu. Masih menerka-nerka kejadian lampau. Mungkin ini salahku atau mungkin ini teguran dari Dia. Beda tipis. Dan aku tidak tahu pilihan mana untuk menggambarkan kejadian itu.

Satu hal yang aku selalu aku ingat: semua orang punya masa lalu yang kelam, tinggal bagaimana orang itu menyikapinya untuk masa yang akan datang. Dulu.. mungkin aku pernah mempunyai sesuatu yang difitrahkan oleh Dia, teramat sangat. Tapi sekarang.. aku tidak tahu akan mempunyai sesuatu itu atau pun tidak. Entahlah. Trauma akan masa lalu itu pasti ada.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 21 Agustus 2016

Empat Bulan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam perahu kertas, sudah lama kamu tak pernah mengalir. Hujan sudah mulai redam perlahan-lahan. Hhh, tidak ada hujan malam ini.

Hari ini hari biasa. Tanggal 21 untuk yang ke empat kalinya. Sudah empat bulan disini. Waktu begitu cepat berlalu. Tidak pernah berhenti sejenak. Tidak akan pernah berhenti berputar.

Empat bulan disini. Banyak sekali hal-hal yang sudah terjadi. Salah satunya: empat bulan di tempat ini adalah tempat dimana aku bekerja untuk pertama kalinya. Ya, mencicipi bagaimana rasanya berjuang mencari uang. Termasuk jam kerja yang cukup menyita waktu. Pengalaman kerja yang sungguh tidak akan pernah aku lupakan.

Perahu kertas, bulan lalu aku sudah berencana untuk resign. Dan kali ini aku sudah mantap dengan langkah kakiku. Bismillah. InsyaAllah. Semoga digantikan dengan pekerjaan lebih ringan. Dan semoga ini tak sekedar harapku.

Hujan.. bawa pergi segala air mata yang pernah gugur. Jangan pernah biarkan ia mengalir begitu derasnya. Ya, sudah biasa bagi saya untuk didiamkan tanpa alasan yang jelas. Tidak tahu letak salah saya dimana. Apa semua orang harus selalu peka dengan kesalahan sendiri? Padahal manusia tidak selalu berbuat salah dengan sengaja. Itu satu hal pahit yang akan saya kenang sampai nanti. Itu satu hal yang akan membekas.

Perahu kertas, I'll find my stream.
Mengikuti arus dengan kata hati.


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.