Sabtu, 10 September 2016

OSPEK!

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat senja. Selamat menikmati indahnya matahari yang akan tenggelam. Hujan, satu titik airmu datang dihari-hari ini. Walau tak banyak. Perahu kertas, sudah sampai mana kamu berjalan?

Alhamdulillah, ospek alias PDT (Personal Develpment Training) sudah berakhir. Rasanya: lega. Kenapa? Karena dari hari pertama ada saja hal yang kurang pas, kurang sreg. Mulai dari keterlambatan jadwal, sampai pindah ruang yang bikin riweh. Pengaturan duduk, pengaturan kelompok, pengaturan orang-orangnya. Yuhu, disini panita kurang tangkas dalam memanajemen tempat duduk. Jadi seperti kurang gesit. But, kalau aku yang jadi panitia, mungkin juga akan merasakan hal yang sama. Ya, begitulah kita: ada masa kita merasakan dan masa kita dirasakan. Ada lagi acara snack sesion. Ini acara bener-bener pembodohan banget! Oke, menurutku masih nggak apa-apa waktu makan arem-arem. Tapi pas makan chitato. Busyet dah.. kenapa harus suap-suapan segala? Hadeh. Makan tinggal makan aja kenapa harus dibikin repot. Itu yang paling saya kecewakan dari PDT tahun ini. Setidaknya: hargailah waktu untuk makan!!

Hari kedua? Alhamdulillah, hari ini tepat waktu. Aku yang nggak tepat waktu -_- Kali ini sudah bagus kinerja panitia-nya. Hanya saja pemateri bikin bosen di ruangan. Bawaannya N G A N T U K. Di hari kedua tidak ada snack sesion sambil bermain seperti hari pertama. Tapi, waktu makan dibatasi. Nah lo! Hargai mengunyah makanan kakak, minimal 15menit lah.. masak cuma 10menit? Hah -_-

Hari ketiga. Alhamdulillah, tepat waktu lagi. Hari-nya olahraga nih. Tapi aku agak sedikit kurang sreg sama inspektur olahraganya. Tahun depan jangan yang begitu dong kak. Hargai mata laki-laki. Hmmm -_- Hari itu juga ada pelatihan go green dari mapala kampus sekaligus pengenalan UKM di kampus. Dapet pengalaman pas pelatihan go green dan juga dapat inspirasi buat menyalurkan bakat, ya di HMJM (Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen) widih... kalau MABA sudah boleh ikut, aku pengen berkecimpung disitu. Selepas itu, kita ada acara pensi. Yah, pensi garing dari kelompok 9 di urutan yang pertama. Haduh -_- Ya sudahlah, setidaknya memenuhi tugas saja xD Hari ini juga penutupan ospek dan kita sudah jadi M A H A S I S W A, kalau cewek ya M A H A S I S W I, hehe :D Selamat yaaa. Ini foto kita:
Selamat jadi mahasiswa dan mahasiswi, semoga dapat bermanfaat yaa :)
Will miss you, kelompok 9.
-Rifa, Ama, Ola, Ayu, Kak Zidna (Kakak Tingkat), Herlina, Yusril, Andika-

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 06 September 2016

Dunia Baru

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam hujan dan perahu kertas. Pada akhirnya hujan membawa perahu kertasku untuk mewujudkan segala anganku. Welcome dunia baru.

Empat bulan bukan waktu yang singkat. Terlebih selama itu ada duka yang aku simpan diam-diam. Ya, sewaktu pengumuman SNMPTN dan aku dinyatakan belum dapat diterima melalui jalan tersebut. Kecewa rasanya. Putus harapan. Tetapi wajah tak sanggup menampakkan kesedihan itu terlalu lama. Dan aku memutuskan untuk menghibur diriku sendiri: jalani saja. Salah satu hal yang sederhana yang mampu aku lakukan.

Empat bulan aku isi waktuku dengan bekerja. Dengan pekerjaan yang cukup menyita waktu. Sehingga mampu melupakan sakit yang aku sembunyikan diam-diam. Ya, semacam kecewa. Harapku: setelah lulus adalah kuliah. Ternyata kenyataan tak berpihak padaku. Ini rencana dari Dia.

Singkat kata, malam itu malam yang entah bagaimana. Dering SMS itu panjang dan lebar.  Memberitahukan bahwa ada beasiswa untuk kuliah di STIE Widya Wiwaha. Inilah jawaban dari Dia. Ya, ini jawaban dari Dia. Gumamku dalam hati. Dengan perasaan senang, aku mengurus semua berkas-berkas yang dibutuhkan. Tanpa pikir panjang. Tanpa menunda-nunda. Mungkin saja ini jalan yang Allah berikan untukku, batinku berujar.

Tiga hari kemudian. Setelah berkas itu lengkap. Setelah aku mendapat izin dari orang tua. Setelah aku kembali merenungi apa yang aku tempuh dari rencana-Nya. Ya, salah satunya ini menyimpang dari sekolahku sebelumnya. Disini aku belajar tentang ilmu ekonomi, bukan ilmu komputer. Padahal di SMK aku belajar ilmu komputer. Sudah. Sudah. Cukup! Boleh jadi pelajaran itu menyimpang. Tetapi jika ini bagian dari rencana dari-Nya apa boleh buat? Manusia itu ditugaskan untuk menjalankan perintah dari Dia.

Bismillah. Welcome dunia baru: STIE Widya Wiwaha.
More info: http://www.stie-ww.ac.id/

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 04 September 2016

Pergi

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat siang hujan, hari ini kau tidak datang. Yah, barangkali hujan dalam anganku yang begitu deras.

Hari ini terlepas sudah segala ikatan. Terutama dalam ikatan kerja. Dua bulan lalu aku sudah merencanakan untuk resign. Alhamdulillah, bulan ini aku sudah benar-benar resign. Bebas.

Ya, inilah pilihan hidup. Tidak ada manusia yang bertahan disatu tempat. Termasuk bertahan di tempat kerja. Tidak ada karyawan yang bertahan pada satu pekerjaan. Pasti mereka ingin mencari pekerjaan lain. Sama seperti diri ini, yang menginginkan untuk mencari pengalaman hidup. Bahkan bukan untuk sekadar mencari pengalaman hidup, tetapi juga belajar untuk bisa mendalami pekerjaan yang dilakukan.

Pergi. Bukan suatu hal yang mudah. Meninggalkan cerita yang selama ini terajut. Meninggalkan rutinitas yang selama ini dilakukan. Meninggalkan teman yang pernah berjuang bersama. Hah! Semuanya terasa berat tatkala air mata itu menetes. Yah, mungkin saja ini memang sudah jalan dari-Nya. Bismillah. InsyaAllah.

Terima kasih untuk perjuangannya selama ini. Aku pamit. Bismillah, ini jalanku. Semoga jalan kalian juga dapat segera terwujud. Big love ya!

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kamis, 25 Agustus 2016

Trauma!

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Selamat siang menjelang sore hujan. Sore ini kau kembali menyambangi duniaku. Jangan cepat berlalu yaa. Hadirmu mengingatkanku akan sesuatu.

Sama seperti sore ini. Hujan begitu manja dan malu-malu untuk menampakkan diri. Padahal lama sekali dia tidak muncul.  Hhh~ Ini semacam rindu.

Hujan.. bawa perahu kertasku ini melaju. Bawalah pergi hal itu jauh-jauh. Jangan datangkan ia kembali. Jangan pernah ia muncul kembali.

Manusia itu punya kenangan. Manusia itu punya jalan hidup masing-masing. Manusia itu punya cerita  hidup sendiri.

Ya, siang itu tidak ada angin. Tidak ada hujan. Hanya sedikit sendu saja. Langit tampak tak bersahabat hari itu. Aku bergegas menaiki sepeda motorku. Niat hati untuk membeli bensin di SPBU. Aku melintasi jalan raya dengan sedikit tidak punya aturan. Ya, ku pikir jarak tempatku saat ini dengan SPBU itu dekat. Itu saja. Singkat. Di tengah perjalanan, aku menemukan suatu keganjilan. Hah! Sesuatu yang selama ini selalu ku hindari. Sesuatu yang selama ini aku selalu menjauhkannya. Menguburnya dalam-dalam. Tiba-tiba saja dia melintas begitu saja. Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tidak ada sepatah harapan untuk dapat melihatnya melintas. Hah! Aku membuang muka begitu saja. Aku fokuskan pada tujuanku.

Dalam hati dan pikiran, aku masih terngiang akan hal itu. Masih menerka-nerka kejadian lampau. Mungkin ini salahku atau mungkin ini teguran dari Dia. Beda tipis. Dan aku tidak tahu pilihan mana untuk menggambarkan kejadian itu.

Satu hal yang aku selalu aku ingat: semua orang punya masa lalu yang kelam, tinggal bagaimana orang itu menyikapinya untuk masa yang akan datang. Dulu.. mungkin aku pernah mempunyai sesuatu yang difitrahkan oleh Dia, teramat sangat. Tapi sekarang.. aku tidak tahu akan mempunyai sesuatu itu atau pun tidak. Entahlah. Trauma akan masa lalu itu pasti ada.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 21 Agustus 2016

Empat Bulan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam perahu kertas, sudah lama kamu tak pernah mengalir. Hujan sudah mulai redam perlahan-lahan. Hhh, tidak ada hujan malam ini.

Hari ini hari biasa. Tanggal 21 untuk yang ke empat kalinya. Sudah empat bulan disini. Waktu begitu cepat berlalu. Tidak pernah berhenti sejenak. Tidak akan pernah berhenti berputar.

Empat bulan disini. Banyak sekali hal-hal yang sudah terjadi. Salah satunya: empat bulan di tempat ini adalah tempat dimana aku bekerja untuk pertama kalinya. Ya, mencicipi bagaimana rasanya berjuang mencari uang. Termasuk jam kerja yang cukup menyita waktu. Pengalaman kerja yang sungguh tidak akan pernah aku lupakan.

Perahu kertas, bulan lalu aku sudah berencana untuk resign. Dan kali ini aku sudah mantap dengan langkah kakiku. Bismillah. InsyaAllah. Semoga digantikan dengan pekerjaan lebih ringan. Dan semoga ini tak sekedar harapku.

Hujan.. bawa pergi segala air mata yang pernah gugur. Jangan pernah biarkan ia mengalir begitu derasnya. Ya, sudah biasa bagi saya untuk didiamkan tanpa alasan yang jelas. Tidak tahu letak salah saya dimana. Apa semua orang harus selalu peka dengan kesalahan sendiri? Padahal manusia tidak selalu berbuat salah dengan sengaja. Itu satu hal pahit yang akan saya kenang sampai nanti. Itu satu hal yang akan membekas.

Perahu kertas, I'll find my stream.
Mengikuti arus dengan kata hati.


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Rabu, 27 Juli 2016

Long Time No See

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam, hujan dan perahu kertas-ku. Apa kabar? Long time no see. Very miss you. Yeaaa~

Hhh.. Setelah sekian lama disibukkan dengan rutinitas.Malam ini ku sempatkan untuk menyambangimu.

Delapan belas tahun sudah terlewati. Bukan waktu yang singkat. Banyak sekali rasa senang dan sedih turut hinggap. Andai bisa ditimbang, akan sama beratnya dikedua sisi itu. Manusia memang dihadapkan oleh kesenangan dan kesedihan. Saat kesedihan itu datang, lepas itu kesenangan itu datang. Mereka silih berganti menghiasi warna hidup ini. Akan tetapi manusia itu tidak terus menerus didesain dengan keterpurukan. Ada saatnya manusia akan mendapatkan masa jayanya. Sesuai kata hatinya. Sesuai keinginannya. Tentu saja dengan ridho-Nya.

Perahu kertas, sudah lulus SMA rasanya cepat sekali waktu itu berlalu. Malam ini aku teringat lagi dengan kejadian-kejadian lalu yang kembali menyeruak. Hai luka lama, selamat datang malam ini. Tetapi kisahmu terlalu tragis untuk kembali ku tangisi. Aku tersenyum. Aku tahu.. saat itu rasanya sakit sekali. Tetapi sekarang.. semua itu hanya perlu dikenang dan diambil pelajaran. Tidak perlu terlalu dramatis untuk mengenang.

Perahu kertas, I'll find my stream. Jalan ini sudah ku tempuh. Banyak sekali cerita yang sudah terukir. Susah, senang, sedih, bahagia, terluka, kecewa, emosi. Semuanya lengkap sudah. Disini.. saya tidak ingin mendramatisir cerita. Kita punya cerita: Mba Li, Mba Mia, Mba Lia, Pak Zai, Mba Amin, Mba Riska, Mas Tyo, Mba Eka A, Mba Rizky, Mas Ari, Eko, Mba Eka Y, Mba Ninik, Mba Kinta, Mba Lyna, Mba Iis, Mba Tatik, Mba Sri, Mba Riani, Mba Rika, Abang (Mas Agus), Om (Mas Viky). Saya tahu waktu ini terlalu singkat dan waktu ini membuat saya membuka mata saya. Membuka wawasan. Menambah pengalaman. Terima kasih untuk beberapa bulan ini. Akhir bulan ini saya pamit untuk resign. Terima kasih untuk rutinitasnya. Saya beruntung dari teman-teman saya yang belum mendapatkan kerja sebelum lulus dari SMA. Alhamdulillah. Thanks to Allah :)

Perahu kertas, banyak sekali cerita yang sudah terukir disana. Hhh, tetapi beberapa malam terakhir ini.. aku merasa janggal. Dengan kenyamanan hati saya sendiri. Bagaimanapun harga yang dibayar untuk pekerjaan itu? Seberapapun erat hubungan pertemanan antar karyawan? Saat kenyamanan hati itu sudah menipis. Bagaimana aku harus menambahnya lagi? Aku rasa itu tidak mungkin. Beberapa hal lain juga mencampuri poin-poin pertimbangan saya. Bismillah. Semoga ini jalan saya :) Saya pamit!

Yahh, hujan dan perahu kertasku. Long time no see. And when the first time to see you again, I write very sad story. Laa haula walla quwata Illabillah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 24 Mei 2016

Merenggang

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam hujan, akhir-akhir ini hadirmu selalu saja tak tepat. Tapi aku tidak bisa menyalahkanmu. Aku akan tetap menyukaimu. Karena hanya bersamamu segalanya terasa damai. Bersama-Nya.

Dear hujan dan perahu kertas. Sudah jalannya memang begini. Tidak bisa dipungkiri lagi. 21 April 2016: Mulai kerja. Realitas kehidupan sudah dimulai. Berjuang untuk masa depan yang lebih baik. Memutar otak. Mengambil jalan. Memutuskan pilihan.

Dear hujan dan perahu kertas. Maafkan jika merenggang. Rutinitas tak mengizinkan begitu banyak ruang untuk menyambangimu. Aku harus membagi waktu dengan yang lain.

Selamat malam.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 01 Mei 2016

Melepas

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

Tidak selamanya orang yang berarti bagi kita itu selalu ada untuk kita. Kadang kala kita harus melepasnya atau mungkin merelakannya. Tidak sebatas teman, keluarga, ataupun seseorang yang spesial. Pada akhirnya perpisahan itu menjadi dua arah yang menjadi pilihan; berpisah untuk kembali atau berpisah untuk pergi selamanya. Yang pasti, perpisahan itu menyakitkan. Meski disisi lain mendatangkan pelajaran berharga.

Selamat malam, hujan.
Catatan: 01 Mei 2016, 10:15 PM.
Mengingatmu.