Kamis, 01 Februari 2018

Awal Yang Baru

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam teman-teman semua!
Apa kabar?
Sudah lama sekali aku tidak berkunjung kemari. Sekali berkunjung, aku hanya melihat traffic viewers blog dan membaca ulang tulisanku. Well, ada yang aku sayangkan ketika aku tidak menulis. Aku kehilangan duniaku. Dunia yang aku cintai sejak dahulu dan aku sangat mengharapkan itu menjadi nyata. Duh, jadi galau 😑

Ada berbagai alasan mengapa aku tidak aktif di dunia blog ini. Pertama, kuliah dan organisasi sudah cukup untuk menguras tenaga. Kuliah dan organisasi sama-sama memberi PR untukku. Yah, aku yakin itu tidak bisa dipungkiri oleh teman-teman blogger yang mungkin sekarang masih kuliah. Well, itu relatif untuk setiap orang. Tidak semuanya sama. Ada juga yang kuliah dan organisasi, tapi tetap aktif menulis. Ini soal MANAJEMEN WAKTU. Yuppp, benar sekali. Itu menjadi BIG PROBLEM untuk seorang blogger. Pasti kalau ditanya, “kok udah nggak nge-blog lagi?” pasti dijawab, “duh, sibuk nih, nggak ada waktu.” Tuh kan, selalu ada alasan untuk nggak nge-blog. 😒

Alasan kedua, selama setengah tahun kemarin aku sedang menghilang. Bukan kabur lho, ya! Tapi karena ada urusan dengan hidupku, yang perlu aku benahi. Tidak perlu aku ceritakan. Kalian juga paham mengapa aku tidak bercerita. Oke?😁
Dok. Pribadi
Dan sekarang, sudah tahun baru. Sudah ku temukan semangat baru. Sudah ku temukan resolusi yang baru. Dengan kamu, dunia blog. Dunia tulis menulis yang amat ku cintai. Kalian yang suka menulis pasti setuju kalau kita cinta sama menulis, ya kan? Anggap aja iya, hahaha. 😂

So, resolusiku nggak tinggi-tinggi. Soalnya kalau jatuh sakit :D Aku sudah cukup senang untuk berbagi tulisan dengan kalian, dan itu aku lakukan secara rutin. Bukan hanya satu bulan sekali. Bukan hanya satu tahun sekali. Bismillah.. 😊

Jujur, itu sulit. Ditengah-tengah banyak masyarakat dengan potensi minat baca yang kurang. Aku sadar betul apa tantanganku. Nggak boleh nyerah, itu kunci utama! Yang baca boleh saja sedikit, tapi kalau itu bisa membekas di hati pembaca, why not? Yang harus ku lakukan hanyalah: TERUS MENULIS. Semangat! 🙌


Dan, yang pasti aku sudah siapkan senjata, untuk memanajemen waktu saat menulis blog. Aku bikin kalender setiap minggu. Kalender ini aku desain sendiri, dilengkapi dengan notes disetiap hari tersebut. Jadi, kita bisa rencanakan apa saja yang akan kita lakukan dengan blog kita. 😍

Nah, ini dia nih penampakannya:
Dok. Pribadi



Oh iya, buat teman-teman yang ingin menggunakan desain tersebut. Bisa didownload disini, ya. 😊😊😊

Jangan lupa tinggalkan jejak dikolom komentar. Semoga bermanfaat! 🙌

Tidak lupa aku sampaikan terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah aktif berkunjung di blog yang tidak seberapa ini. Kalau ada tulisanku yang bermanfaat, silahkan diambil manfaatnya. Kalau ada yang kurang bermanfaat, silahkan ditinggalkan. Semoga ini menjadi awal yang baru. 🙏

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Senin, 25 September 2017

Menghilang

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Lama..
Sudah lama aku menghilang dari dunia tulis menulis.
Sudah lama aku menghilang dari dunia imajinasi.
Entah.. pergi kemanakah sekarang imajinasiku? Aku harap lembar kosong yang setitik ini bisa terisi dengan tulisan yang bermakna.

Senin, 03 Juli 2017

[REVIEW BUKU]: RAKSASA DARI JOGJA - DWITASARI

Selamat malam semuanya! Kali ini aku datang dengan tema review lagi, yuk langsung simak ^^
---RAKSASA DARI JOGJA---
LIHATLAH KE ATAS. TEMUKAN CINTA.
Judul buku: Raksasa Dari Jogja
Penulis: Dwitasari
Penerbit: PlotPoint Publishing (PT Bentang Pustaka)
Tebal buku: 270 halaman
Tahun Terbit: November, 2012 (Cetakan Ketiga)

SINOPSIS :
Bianca tidak kenal cinta. Satu hal yang ia pelajari dari kedua orang tuanya bahwa cinta itu omong kosong. Ia tumbuh bersama kisah yang dibentuk dari air mata mamanya, makian dan pukulan papanya. Apa itu yang namanya cinta?

Bianca tidak paham cinta. Tapi, dinding kamarnya penuh dengan cerita-cerita tentang itu. Buku-buku itu seperti peta ke ranah fantasi bagi Bianca. Sebuah tempat asing, tempat Joshua mungkin tinggal di dalamnya.

Bianca tidak percaya cinta. Saat satu-satunya lonceng pemanggil ke arah sana telah direnggut sahabat terbaiknya. Joshua telah direbut Letisha. Belahan hatinya memilih pergi dengan belahan hatinya yang lain.

Bianca tidak punya cinta. Dengan itu ia pergi ke Jogja. Di kota itu seorang raksasa lembut mencoba memperbaiki remuk hatinya. Mencoba mendekapnya untuk mengembalikan lagi kehangatan hati. Tapi apakah Bianca masih bisa percaya bahwa cinta bukan hanya bahan jualan penulis-penulis saja?

REVIEW :
Buku ini adalah karya pertama dari kak Dwitasari. Aku pertama kali dengar nama kak Dwitasari itu dari film pertamanya—Cinta Tapi Beda—eh ternyata aku malah sudah follow twitternya juga 😃 *nggak sadar, hiks.

౦౦౦౦౦

Buku ini bercerita tentang Bianca Dominique, remaja yang mempertanyakan tentang cinta. “Setiap manusia butuh cinta? Butuh jatuh cinta? Lalu, apa salahnya jika tak jatuh cinta? Bukankah jatuh itu sakit?... (hal. 4).” Diam-diam ia mencari jawaban atas pertanyaan tersebut.

Dia melihat sendiri, bagaimana kondisi keluarganya, Papanya yang begitu temperamen, seringkali mendaratkan pukulan ke Mamanya, sedangkan Mamanya sendiri terlalu lemah untuk melawan.

Bianca juga mempunyai sahabat yang bernama Letisha, yang memiliki kesamaan nasib. “Bukankah manusia selalu nyaman pada hal yang memiliki banyak kesamaan dengan dirinya?” (hal. 17). Kepada Letisha, ia menumpahkan segala cerita dan air mata. Namun, semuanya berubah ketika sahabatnya sendiri merebut cinta pertamanya, Joshua. Bianca semakin takut akan cinta. Baginya, cinta hanyalah mimpi.

Bianca memilih untuk melanjutkan kuliah di Jogjakarta. Sekaligus meninggalkan kepenatannya di Jakarta. Di Jogjakarta, Bianca tinggal bersama Bude Sumiyati dan Kevin, sepupunya yang sudah dianggapnya sebagai kakak. Bianca juga dipertemukan dengan laki-laki yang tidak biasa, karena memiliki tinggi yang melebihi orang normal, ia menyebutnya sebagai ‘Monster’. Pertemuannya menghadirkan berbagai konflik, yang akhirnya menyadarkan Bianca tentang pertanyaannya akan cinta selama ini.

౦౦౦౦౦

Dari buku ini aku belajar tentang mencintai, tersakiti dan pengorbanan. Membaca cerita keluarga Bianca, membuatku sedih sekaligus gemas sendiri, apakah laki-laki itu selalu bersikap kasar dan perempuan itu selalu lemah? Mengapa laki-laki seenaknya menginjak-injak perempuan, sementara perempuan dengan polosnya berusaha mempertahankannya? Namun, pada akhirnya, ketika sudah tak sanggup lagi memikul beban, Mamanya menyerah dan mengorbankan semuanya.

Sementara membaca kisah Bianca dan Gabriel, aku ikut merasa terobati, bahwa tidak semua laki-laki itu kasar dan seenaknya sendiri. Masih ada laki-laki yang menyediakan kehangatan untuk perempuan. Dibalut dengan kejadian-kejadian lucu yang mempertemukan mereka berdua, aku cukup menikmati novel ini, kadang aku dibuatnya sedih, kadang aku dibuatnya ketawa, saat membaca logat Jawa yang banyak dipakai Vanesa, sahabat Bianca saat kuliah di Jogja.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, meski begitu pembaca tetap diajak untuk menyelami cerita dengan gaya bahasa yang ringan, sehingga mudah untuk dipahami. Aku suka konsep desain cover-nya, warna-warni tetapi tetap menyatu dengan judulnya. Ditambah dengan tagline “Lihatlah Ke Atas. Temukan Cinta”, kemudian bagian bawahnya ada gambar perempuan bertemu dengan laki-laki dengan tinggi yang tak biasa. Cukup menggambarkan detail novel ini.

Kekurangan pada novel ini, pada beberapa kalimat terdapat typo, aku menemukannya dibagian menulis nama kampus Bianca, awalnya Universitas Wiyata Yudhistira, tetapi dibagian lembar berikutnya menjadi Universitas Wiyata Mandala. Kemudian, karena setting tempatnya di kota Jogja, ada beberapa logat daerah yang nggak diberi terjemahan ke bahasa Indonesia dibagian foot note novel ini, sebagai orang Jawa aku paham dengan kalimat itu, tapi buat orang luar Jawa dan nggak familiar dengan bahasa itu, mungkin bingung cari di kamus 😅 But, that's no problem!

Over all, aku merekomendasikan novel ini buat kalian semua. Memang novel ini masuk kategori teenlit, tapi penulis mengangkat cerita yang berbeda dari novel teenlit lainnya, aku mengapresiasinya dengan memberi 3 bintang untuk novel ini, and next.. ditunggu review novel karya Dwitasari lainnya ya!

THE BEST QUOTES : 
"Apa gunanya rasa sakit dalam mencintai? Untuk tahu arti bahagia yang sebenarnya. Bahagia ada karena kita tahu rasa sakit."
(hal. 132)

Sabtu, 01 Juli 2017

[REVIEW BUKU]: GARIS WAKTU - FIERSA BESARI

---GARIS WAKTU---
SEBUAH PERJALANAN MENGHAPUS LUKA
Judul buku: Garis Waktu
Penulis: Fiersa Besari
Penerbit: Mediakita
Tebal buku: 212 halaman
Tahun Terbit: 2016

SINOPSIS :
“Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.
Maka, ikhlaskan saja kalau begitu.
Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.”

REVIEW :
Buku ini merupakan karya pertama dari seorang penulis bernama Fiersa Besari (yang akrab disapa sebagai “Bung”). Pertama kali denger namanya.. aku kira dia itu cewek, eh ternyata cowok. Maap maap, Bung!😂

Awalnya, Bung Fiersa ini hanyalah menganggap tulisannya sebagai curahan hati yang dia tulis di sosial media, seperti Facebook, Twitter, Blogspot. Lalu muncullah ide untuk mengumpulkan tulisan tersebut dan menyusunnya menjadi buku. Dari ide tersebut, dia merajut kembali cerita yang sudah ada, dipadu padan dan direlasikan. “Garis Waktu” terpilih sebagai judul karena mampu merepresentasikan titik-titik peristiwa penting sang ‘aku’ dengan ‘kamu’.

Pertama kali baca buku ini, aku mengira kalau buku ini adalah novel. Ternyata bukan! Kalau menurutku, ini semacam prosa yang dirangkai dengan alur yang sudah disusun rapi. Dalam buku ini, penulis menggambarkan tokohnya menggunakan sudut pandang orang pertama, membuat pembaca seperti diajak untuk merasakan hal yang sedang dibaca.

Ketika masuk pada bab pertama (yang dituliskan dengan istilah “tahun”), kita disuguhkan dengan masa-masa perkenalan dan debar-debar dalam dada. Dan ketika debar dalam dada itu mengalahkan logikamu, cerminmu seperti mengejek, “Makan itu cinta” katanya puas (hal. 16). Memasuki bab kedua dan sampai akhir, kita akan diajak menyelami masa-masa menanti, kasmaran, dan patah hati, lalu menyembuhkan luka serta mengikhlaskan. Buku ini tidak hanya mengemas soal ‘aku’ dan ‘kamu’ semata, tetapi juga mengemas tentang keluarga dan sahabat.

Tulisannya menyentuh, menyayat hati, sekaligus membuat perenungan. Emang buku ini bikin baper, tapi bapernya bukan menye-menye. Pemilihan kata yang tepat dan penggunaan kosakata yang mudah dipahami, menjadikan buku ini sebagai bacaan yang ringan.

Aku suka sama konsep desain sampul yang clean dan kesan fotografi-nya juga memberikan nilai tambah dalam buku ini. Dipadu dengan tagline “Sebuah Perjalanan Menghapus Luka”, membuat kepincut setiap orang yang tertarik dengan buku ini dari sampulnya, termasuk aku, haha😅

Over all, buku ini recommended banget untuk kamu yang suka bacaan yang puitis sekaligus galau, wkwk 😂 Dari buku ini, aku suka banget sama bagian mengikhlaskan, soalnya pengalaman #eh maksudku karena itu berkesan sekali, melepaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untuk kita itu berat dan menyakitkan, tapi terlepas dari itu, ada banyak hikmah yang kita dapat, setidaknya beban dalam hatimu berkurang. Duh, jadi baper gini-____-

Aku kasih 4 bintang untuk buku ini, and the next.. karya kedua dari Bung Fiersa sudah menanti untuk di-review; Konspirasi Alam Semesta.

THE BEST QUOTES
“Darimu aku belajar menjadi lebih baik.
Denganmu aku belajar untuk melakukan yang terbaik.
Tanpamu aku belajar untuk memperbaiki.”
(hal. 167)

Jumat, 30 Juni 2017

Review My Blog : Juni 2017

Halo, selamat malam semuanya! I'm back again :D Setelah sekian lama meninggalkan dunia nge-blog ini, sekarang aku pengen aktif lagi dan kali ini.. aku serius! Se-serius Hamish Daud yang udah ngelamar Raisa, etdah.. apaan ini? 😂

Diawal tahun 2017 ini, aku membuat resolusi untuk blog ini. Rencananya aku bisa aktif untuk menulis blog, tetapi ternyata itu cuman WACANA. Mohon digaris bawahi dan dicetak tebal. Memang perlu manajemen waktu yang baik untuk bisa tetap aktif menulis blog, disamping kegiatan diluar yang sudah cukup menyita waktu. Apalagi kesibukan kuliah dan organisasi, beuh.. enggak ada habisnya dah!
Image by Google (editted)
Nah, untuk review bulan ini.. aku cuman kepengen satu aja sih: AKTIF NGE-BLOG. Cara yang aku pakai adalah dengan menjadwal postingan dan tema blog post setiap minggunya. Aku pernah meminta salah satu teman blog untuk mengirimiku kalender bulanan dan sampai sekarang.. belum juga kesentuh! Padahal jadwalnya sudah lengkap dari bulan Januari 2017 sampai Desember 2017, sudah tertata rapi dengan hari dan tanggal juga, tapi belum menggerakkan aku untuk bisa memanajemen blog dengan baik. So sad :'(

Memang, untuk bisa rutin menulis, merangkai kata dan menemukan ide itu sulit. Yang dibutuhkan cuma satu; NIAT. Berbekal dari situ, semuanya terasa lebih ringan. Banyak sekali aku membaca tips dan trik supaya bisa aktif nge-blog, tapi kembali lagi, tanpa NIAT, segala sesuatunya seperti tanpa kekuatan dan sensasi. Tidak ada tantangan untuk bisa berkarya dengan tulisan-tulisan.

Ah, apalah aku ini. Menyemangati diri sendiri yang belum bisa bergerak ini 😢 Harap maklum, aku kadang rada nyeleneh, frekuensinya diluar jangkauan, dan cenderung suka nyengir kalau sudah lupa sesuatu 😂 Okay, see you on the next post! I'm ready to ngetik-ngetik selama liburan semester 😆😆😆

Sampai jumpa!

Selasa, 27 Juni 2017

So Shy!

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Selamat malam! Apa kabar, Guys? Long time no see and I miss you now. Sudah lama banget nggak aktif di dunia menulis, gara-gara sibuk menulis laporan, presentasi, proposal, dan hal seabrek lainnya lagi. Haha, sok sibuk banget ya? -_- Memasuki semester dua kemarin, aku sudah sibuk dengan kegiatan di kampus. Baik diluar kampus, maupun didalam kampus. Ah, kalau dibahas nggak ada habisnya deh. Aku aja bingung kok bisa aku ngambil itu semua, wkwk penyadaran yang terlambat :D

Disini, aku nggak mau ngomongin kesibukan aku. Aku pengen ngebahas sedikit uneg-uneg aku aja. Biar nggak dipendam sendiri, mendingan ditulis kan ya? Ada yang baca sekaligus latihan nulis, haha.. jangan lupa siapkan kopi!

Pernah nggak sih kalian punya masa lalu yang memalukan?
Pernah nggak sih kalian kalau udah mengungkit hal itu rasanya kepengen sembunyi?
Semua orang pasti pernah merasakannya.
Image by Google (editted)
Tak terkecuali aku sendiri, ya.. beberapa hari yang lalu, didalam sebuah grup chatting alumni sekolah memang sedang ramai saling bercanda dan membully. Yah, salah satunya nge-bully aku, wkwk. Bagian ini harus aku akui, aku orangnya nggak masalah waktu dibully, bahkan cenderung menikmati. Tapi, kalau sudah menyangkut masalah pribadi, itu yang nggak bisa aku nikmatin lagi. Pengen rasanya marah dan keluar dari grup, tapi kembali lagi disadarkan fungsi grup itu, grup alumni yang difungsikan untuk menjaga komunikasi sesama alumni.

Sebenarnya, masa lalu itu bermacam-macam kok. Ada yang menyenangkan, menyedihkan, bahkan memalukan sekalipun. Dari situ aku sadar, kalau memang sudah jalannya begitu, apa yang bisa dirubah? Waktu terus bergulir meninggalkan yang telah terjadi dan manusia tidak bisa merubah setiap inci kejadian yang sudah terjadi di-masa lalunya. Yang ada hanyalah, memperbaiki apa yang sudah terjadi. Dengan cara tidak mengulangi kejadian itu lagi, iya sih.. rasanya malu sekali waktu keinget sama kejadian itu. Tapi, sekali lagi.. semuanya sudah terjadi dan nggak bisa kembali. So, anggap aja seperti angin lalu, tatap kedepan dan perbaiki diri.

Sudah, mari tenangkan dirimu dengan secangkir kopi. Lalu, coba resapi apa yang sedang kamu nikmati itu. Kopi itu meski hitam, tapi dia tidak pernah malu mengakuinya. Kopi pun rasanya juga pahit, tapi tidak pernah menyembunyikannya. Jadilah seperti kopi 😄

Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

Minggu, 30 April 2017

Buku yang Paling Ingin Kubaca Tahun Ini

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat malam, Guys. Welcome back, dengan postingan baru yang digunakan untuk Giveaway, hehe :D Maafin yaaa, semoga setelah ini jadi aktif nge-blog lagi.

Ngomongin soal buku memang nggak ada habisnya, apalagi novel. Hmm, sudah bikin lupa sama segalanya *hiks, alay*. Aku suka novel dengan berbagai macam jenisnya. Aku suka novel karena disitu kita benar-benar diajak untuk berimajinasi. Dari yang tadinya kita serius mantengin buku, tapi didalam pikiran kita udah membentuk suatu bayangan gitu. Serunya disitu, heheee..

Disibukkan dengan berbagai tugas kuliah dan tugas organisasi, aku jadi makin jarang temenan sama novel. Rasanya, hubungan kita jadi LDR deh, *uhh, baper banget. Tahun ini, dari bulan Januari sampai akhir bulan April ini, aku baru menuntaskan dua novel, sedih banget nggak sih?  Mungkin novel-novel itu juga pada ngambek sama aku, soalnya aku duakan sama tugas kuliah dan organisasi. Jahat-nya akuh!-_____-

Nah, beberapa waktu lalu, *jrengg-jrenggg* pas aku scroll facebook, aku dapat info ada Giveaway dari Kak Wijatnika Ika, itu rasanya kayak tertohok banget, kayak aku mempertanyakan diriku sendiri.. kapan loh kembali ke dunia sendiri? Ke duniaku dan novel-novelku? Pertanyaan itu seketika jadi koreksi buat aku. Mungkin udah saatnya duniaku harus kembali, dengan cara aku ikutan giveaway ini sekaligus nambah koleksi novelku. Yukkkk! Semangat semangattt 😂
Image by Tumblr (edited)
Aku sendiri, tahun ini pengen banget ngerampungin serial Supernova dari Ibu Suri, Dee Lestari. Dan itu kebetulan banget ada di giveaway kak Wijatnika Ika ini. What a miracle, aku bersyukur banget kak :D Aku pengen baca novel yang Intelegensi Embun Pagi. Kenapa aku pengen baca novel itu? Karena itu serial terakhir Supernova, dimana novel tersebut adalah ending dari segala serial yang lainnya, mulai dari Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, Akar, Petir, Partikel, Gelombang, dan terakhir… Intelegensi Embun Pagi. Sayang kan aku dah baca serial lainnya tapi nggak dilengkapin? Berasa gantung gitu, padahal digantungin kan nggak enak #uhuk :D
Image by Google
Lain dari itu, kenapa aku ngebet banget pengen baca ini novel? Karena dari serial novel ini tuh imajinasinya dapet banget. Aku diajak untuk selalu membayangkan sesuatu yang di dunia nyata itu tidak akan pernah ada, tapi disitu seolah-olah ada dan nyata. Di novel ini, nggak cuman karya fiksi-nya aja yang menonjol, tapi juga perpaduan ilmu fisika dan sesekali ada sisi agamisnya juga. So, bisa disimpulkan ini karya fiksi yang luar biasa menurutku, hehee :D

Sekian yaa ulasan aku tentang “Buku yang Paling Ingin Kubaca Tahun Ini”. See ya, Guys!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Senin, 24 April 2017

Welcome Back!

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat malam guys. Welcome back again, after I finish my taks. Lama banget ninggalin blog ini. Terhitung sejak Februari akhir, sampai sudah menjelang bulan April akhir. Sedih ya, nggak bisa berbagi pengalaman dengan kalian, guys.
Okay, sekarang sudah saatnya aku kembali ke duniaku ya. Dunia tulis menulis ini. Memang kalau sudah dunianya, kapanpun itu pasti kembali. Sama kayak jodoh, sejauh apapun itu kalau emang jodohnya ya balik lagi :D #abaikan
Image by Google (with edit)
Di postingan kali ini, aku mau review blog untuk bulan Februari dan Maret 2017. Ketinggalan banget kan ya? Emang, setelah liburan semester 1, kegiatan di kampus makin padat. Sampai-sampai duniaku sendiri aku abaikan. Maafkan aku ya, tapi setelah itu banyak manfaat kok ya!

Review blog untuk bulan Februari dan Maret 2017, here we go :
“AKTIF POSTING BLOG!”
Yap! Ini riskan banget untuk membagi waktu antara dunia luar dan duniaku sendiri. Rasanya emang harus fokus ke salah satu aja dulu. Ini yang musti aku perbaiki, anak manajemen harus bisa manajemen dong!

Nah itu, untuk poin pentingnya aja ya! *kemudian cari sticky notes* :D Pokoknya, aku boleh berkegiatan apapun, tapi nggak boleh melupakan duniaku sendiri. InsyaAllah..

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.